Interview: Buka Hati Nosstress

nosstress

Nosstress, 3 lelaki dengan gairah kegembiraan memutuskan untuk berkumpul bersama mencoba untuk melihat hidup ini dengan cara sederhana. Album Perspektif Bodoh adalah semacam pandangan yang ada di pikiran Guna warma, Cokorda bagus Pemayun dan Man Angga . Mereka bersepakat untuk membuka hati, mengeluarkan kegelisahan ke dalam karya-karya mereka. Mari kita memasuki dunia Nosstress yang sesungguhnya,

Say No to stress, setuju?

Bisa di bilang begitu, diantaranya lah. Harapan kami yang mendengarkan kami agar jauh dari stress, arti dari nosstress sendiri bukannya tanpa stress, sebenarnya artinya power stress, stressnya kami. Tekanan yang bergejolak dalam diri. Jadi arti audio dan visualnya berbeda hahaha

Ada apa dengan perspektif bodoh, kenapa ini dipilih untuk judul album?

Kalau dari hukum sebab akibat yang dihubungkan dengan geofisika , eh kira-kira pertanyaannya apa, saya lupa hahaha. Ya, perspektif bodoh, perspektif kalau dijelaskan adalah cara pandang. Bodoh disini bukannya bodoh, bodoh ya bodoh. Tapi bodoh, bagaimana mengambil tindakan dengan cara sederhana. Karena banyak yang berpikir, seperti pemimpin-pemimpin kita itu lho. Teorinya sudah dari A sampai Z, tapi pelaksanaannya terlalu ribet. Jadi permasalahannya bukannya selesai, tapi malah nambah ruwet. Jadi kalau kita ambil tindakan, kalau lapar ya makan, ngantuk ya tidur, ini khan bodoh sekali. Memandang cara bodoh yaitu memandang permasalahan dengan cara sederhana.

Kalau kita ingat The Beatles, mereka ini seperti 3 burung kecil yang main gitar bersama sejak mejadi teman sekolah, nah kenangan apa sih yang ada di pikiran kamu saat bersekolah seperti era The Beatles waktu dulu ?

Waktu SMA sebenarnya kami bertiga belajar di sekolah yang sama. Kami dulu masih ikut festival berangan-angan jadi juara dengan menyanyikan lagu “jujurlah padaku” itu. Cok main punk, Angga main pop aja. Dulu tidak ada terbersit Nosstress akan terbentuk. Kebetulan kupit dan Angga sepupu, jadi sering bertemu. Setelah tamat SMA, pada suatu ketika cok mempunyai ide untuk membuat sebuah band akustik. Nah dari ide itulah, Nosstress terbentuk tahun 2008.

Lagu apa yang kamu dengar di usia 17 tahun?

Widi Widiana, SID

Apa kabar sekolah, kabarnya dulu pernah disuruh turun panggung? Siapa nama kepala sekolahnya?

Nama kepala sekolahnya inisial T. Tapi kami sering menyebutnya Pak Tandra hahaha. Waktu itu kupit sempat main di acara ulang tahun sekolah, jadi diundang sebagai alumni yang mempunyai talenta. Ya akhirnya naik panggung, tapi waktu kupit belum sama Nosstress. Lagunya slow padahal, kupit yakin kalau bapak-bapaknya dengar pasti suka. Sebelum naik panggung, dia seperti melihat monster, mungkin ia beranggapan musik seperti bom atom. Saya disuruh turun, mau dipanggilin polisi. Mungkin waktu itu, pak kepala sekolah beranggapan musik identik dengan kekerasan dan kerusuhan.

Katanya dulu, waktu di sekolah punya pengalaman di bully?

Salah satunya seperti pak kepala sekolah tadi, bullying terhadap pemain band yang seperti tidak mempunyai makna apapun. Kalau waktu upacara, bapak kepala sekolah tadi bilang , “kalian ini pulang sekolah, membawa gitar, konkow-konkow di jalan, mau jadi apa kamu?”. Ya, sedikit ruang untuk bermusik waktu SMA dulu.

Sebelum jadi Nosstress, pernahkah kalian berganti-ganti nama band?

Pertamanya Rocket, itu personelnya 7 orang, sebenarnya mau bikin paduan suara, tapi 7 itu terlalu sedikit. Kemudian menyusut menjadi Stakato, lalu tinggal menjadi tiga orang, jadi nama Sens, lalu Nosstress.

Lirk-lirik Nosstress semacam musikalisasi puisi yang sederhana, siapa yang bertanggung jawab di departemen lirik?

Kalau dilihat dari Undang-undang, ketika menulis lirik di album Perspektif bodoh. Ada 11 lagu , 9 lagu ditulis oleh kupit dan 2 lirik ditulis oleh Cok.

Lirik Nosstress berisi realita, tentang kepedulian lingkungan , bisa cerita gimana keseharian kamu dalam menemukan ide-ide ini?

Itu terjadi begitu saja, lirik tidak direncanakan. Ketika ada hal yang menarik dalam keseharian, entah itu lingkungan, kehidupan sehari-sehari ya kami tulis saja.

Biasanya lirik atau musik dulu?

Biasanya lirik dulu , baru nadanya. Tapi kadang prosesnya bersamaan, lalu kami jamming bareng.

Apakah kamu percaya lagu-lagu yang bertemakan lingkungan itu bisa menggerakan massa untuk peduli dengan lingkungan?

Kami kira bisa, musik itu sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan. Jika di dengar berulang-ulang, pendegar bisa jadi ter-brainwash.

Apa yang kamu suka dari Denpasar,sehingga lagu hiruk pikuk Denpasar berhasil kamu masukkan dalam album perspektif bodoh?

Angga : Karena hidup di Denpasar dari kecil, sudah terbiasa dengan kota yang ramai. Sekalinya pulang ke kampung, sepinya terasa. Perbedaan suasana saja.

Kupit : Yang menarik dari Denpasar banyak sekali ya, saya lahir disini. Keramaian adalah keunikan. Tapi polusi, sampah, kotor itu unik menjadi unak. Tapi saya senang tinggal di Denpasar. Hiruk pikuk Denpasar itu gambaran yang saya lihat saat ini.

Cok : Pasar satwanya.hahaha

Nosstress sendiri membawakan lagu smoking kills, apakah kamu merokok?

Awalnya kami merokok, tapi sekarang tidak.

Gimana pendapat kamu dengan penjualan rokok yang bebas di Indonesia, tidak perlu menunjukkan KTP atau kartu identitas lainnya?

Kami tidak anti dengan teman-teman yang merokok, merokok itu pilihan. Yang membuat resah itu adalah peraturannya. Bebas sekali, tidak ada peraturan tertentu yang mengatur tentang batas usia yang merokok. Atau mahalin aja harga rokok, semisal sebungkus rokok harganya seratus ribu.

Kegamangan ini seperti berasal dari pemerintah. Jika kita berhenti merokok, berapa ribu umat yang akan berhenti bekerja. Pemerintah mengeluarkan peringatan di bungkus rokok dan rokok pun tidak dilarang. Jadi ini pilihan masyarakat mau merokok atau tidak. Ya kurang lebih seperti itu.

Pernah nggak Nosstress main di acara yang di sponsori oleh perusahaan rokok?

Kebetulan belum pernah.

Kalau nanti semisal , ditawari sponsor dari perusahaan rokok yang besar, apakah mau?

Ya mau saja, kami tidak anti.

Bagaimana ceritanya Nosstress merilis video yang berkonsep Vox populi, ada wajah-wajah masyarakat dan ini didekasikan untuk teman yang bernama Yessica salim?

Kami sebenarnya belum pernah bertemu dengan Yessica. Yessica ini mempunyai kembaran Yosephine, mereka tinggal di Jakarta. Mereka kenal Nosstress awalnya dari download lagu tanam saja. Mereka suka, tetapi waktu itu Yessica sudah divonis suatu penyakit. Yosephine meminta kami untuk memberi lagu penyemangat untuk Yessica. Sutradara: Rumah Desain Kapatudjeng, Ide: Esha Satrya, Sanjaya Adi Putra & Bagus Kesuma Yudha. Video/Editing: Esha Satrya & Guna Warma.

Gimana dengan awal kreatif pembuatan video klip Bersama kita?

Project yang singkat, waktu itu kami ditelpon oleh Yosephine untuk membuat sesuatu untuk Yessica, lalu kami diskusikan dengan pembuat video dengan teman-teman Kapatudjeng. Hanya membutuhkan waktu 4 hari . Dan hanya memberdayakan teman dan kemampuan kami sendiri.

Bermunculan teman-teman, seniman, aktivis, musisi yang menyanyikan lagu Nosstress , Bersama Kita, ide siapakah ini?

Sepertinya nggak fokus untuk cari teman, kebetulan itu lingkungan kami, teman-teman kami . Konsep lagu kebersamaan, jadi kami membutuhkan banyak orang. Dalam waktu seminggu kami udah bisa menyelesaikan video tersebut dan kami upload di youtube.

Tentang Tour perspektif pelangi, bisa diceritakan?

Di beberapa SMA dan kampus di Denpasar. Ini adalah tour bersama Dialog Dini Hari. Nosstress punya perspektif bodoh, Dialog Dini Hari punya pelangi. Jadinya kami bikin Perspektif pelangi, sebuah pandangan yang berwarna warni, mejikuhibiniu.

Nosstress juga tour ke Malaysia, bisa diceritakan?

Ceritanya ada sebuah komunitas di Malaysia bernama Frinjan, mereka lagi di Bali , menonton Nosstress dan jatuh cinta . Akhirnya kami 26 September 2012 main di Art Gallery, Singapura dulu lalu ke Malaysia. Ini rangkaian acara Bali beza, juga ada sastrawan muda frischa, Roro “sejarawan” & lengkong termana , dan Made Candra sebagai chef. Jadi Bali beza, itu festival bali dengan cara pandang yang berbeda.

Bagaimana suasana pertunjukkan Nosstress yang paling ideal, sehingga baik Nosstress dan penonton bisa meraih kepuasan maksimal?

Sebenarnya yang paling ideal adalah dengan sound yang asyik. Kalau sound-nya sudah bagus, maka konsentrasi akan terjalin sendiri. Maka hubungan dengan penonton akan gampang sekali. Selain sound system, ada suasana yang akrab dan intim. Yang jelas harus ada penonton yang asyik dan sound yang asyik dan mojo (cewek-cewek cantik). Oh iya, bayaran mainnya juga harus asyik hehehe

Ketika Ugoran Prasad dari Melancholic bitch pernah bilang bahwa fans club untuk band adalah konsep yang menjijikkan. Bagaimana Nosstress menanggapi fans club?

Untuk saat ini masih baik-baik saja, belum ada sesuatu yang mengganjal. Interaksinya yang wajar-wajar saja.

Apakah Nosstress akan terpaku pada satu genre saja atau ada bayangan untuk warna lain?

Untuk saat ini masih nyaman di jalur akustik. Tapi manusia khan berpikir dinamis dan nggak tahu gimana perkembangannya. Intinya kami ingin selalu membuat yang segar dan kreatif.

Jika Nosstress di beri kebebasan untuk memilih satu penyair atau seniman di Indonesia siapa yang kamu ajak untuk berkolaborasi untuk album terbaru nanti?

Sudjiwo tedjo dan Jokowi

Jika Nostress adalah kantong sampah, kamu akan bilang apa?

Pertanyaan sangat militan ini, aduh bingung nih, mungkin ini : “Tolong bersihkan popoknya ini, sebelum dibuang”.

Jack Johnson atau John Mayer?

Jack Johnson

Skripsi atau menyanyi?

Menyanyi

Iwan Fals atau franki Sahilatua?

Franki Sahilatua

Buka hati atau tunda ?

Buka hati

source: http://fbifm.com/interview-nosstress/
oleh: Bayu Seno Aji

bagikan
%d bloggers like this: