PXL_7918
  • Angga

    Lead Guitar, Vocal

  • Kupit

    Rhythm, Vocal

  • Cok

    Percussion, Harmonica, Vocal

  • Angga

    Lead Guitar, Vocal

  • Kupit

    Rhythm, Vocal

  • Cok

    Percussion, Harmonica, Vocal

Bio

Setelah berulangkali berganti personel, aliran musik dan nama sejak tahun 2007, akhirnya lahirlah trio folk Nosstress di tahun 2008. Man Angga (Gitar/Vokal), Kupit (Gitar/Vokal) dan Cok Bagus (Kajon/Harmonika/Pianika). Dari hanya membawakan cover version secara akustik, Angga, Kupit dan Cok mulai menciptakan karya-karya originalnya hingga pada medio Oktober 2011 Nosstress secara resmi merilis album perdananya berjudul “Perspektif Bodoh” yang dilauching di Serambi Art Antida (kini Antida Sound Garden), Denpasar.

Bermain dengan blues dan folk dalam alunan pop, Nosstress menyederhanakan kritik, optimisme, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam cerita-cerita yang ringan tanpa mencekoki pendengarnya, bahkan menempatakannya dalam narasi keseharian hidup untuk kita semua, didendangkan dengan suka cita.

Berselisih waktu tiga tahun dari album pertama, dan sempat selama sebulan menggelar tour ke Eropa bertajuk “From Bali to Europe” di bulan Juni-Juli 2014, tahun ini Nosstress kembali hadir dengan karya-karya terbarunya yang dirangkum ke dalam album bertajuk “Perspektif Bodoh II” yang dilaunching pada akhir Agustus 2014 di Taman Baca Kesiman, Denpasar.

Kadang kita justru bisa menemukan inti masalah dengan memandang secara sederhana saja. Jadi ‘Perspektif Bodoh’ itu memandang dengan kesederhanaan, sesuai dengan musiknya, sederhana.” – Angga Nosstress


After repeatedly changing personnels, music and name since 2007, Nosstress, a folk trio’s born in 2008. Man Angga (Guitar / Vocals), Kupit (Guitar / Vocals) and Cok Bagus (Cajon / Harmonica / Pianika). From performing cover versions acoustically, Angga, Kupit and Cok began creating original works til in mid-October 2011 Nosstress officially released their first album: “Perspektif Bodoh”. The album was launched at Serambi Art Antida (now Antida Sound Garden), Denpasar.

Playing with strains of blues and folk in pop, Nosstress simplify criticism, optimism, and concern for the environment in the light stories without force-feeding the audience, indeed putting them to the narratives of daily life for all of us, sung with joy.

Three years since the first album, Nosstress has traveled to Europe for nearly a month for “From Bali to Europe” tour in June-July 2014. Nosstress presents their second album this year, “Perspectives Bodoh II “, launched in late August 2014 at Taman Baca Kesiman, Denpasar.

“Sometimes we can actually find the problem through simple look. ‘Perspektif Bodoh’ looks with simplicity, in accordance with his music, simple.” – Angga Nosstress

Bio

Setelah berulangkali berganti personel, aliran musik dan nama sejak tahun 2007, akhirnya lahirlah trio folk Nosstress di tahun 2008. Man Angga (Gitar/Vokal), Kupit (Gitar/Vokal) dan Cok Bagus (Kajon/Harmonika/Pianika). Dari hanya membawakan cover version secara akustik, Angga, Kupit dan Cok mulai menciptakan karya-karya originalnya hingga pada medio Oktober 2011 Nosstress secara resmi merilis album perdananya berjudul “Perspektif Bodoh” yang dilauching di Serambi Art Antida (kini Antida Sound Garden), Denpasar.

Bermain dengan blues dan folk dalam alunan pop, Nosstress menyederhanakan kritik, optimisme, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam cerita-cerita yang ringan tanpa mencekoki pendengarnya, bahkan menempatakannya dalam narasi keseharian hidup untuk kita semua, didendangkan dengan suka cita.

Berselisih waktu tiga tahun dari album pertama, dan sempat selama sebulan menggelar tour ke Eropa bertajuk “From Bali to Europe” di bulan Juni-Juli 2014, tahun ini Nosstress kembali hadir dengan karya-karya terbarunya yang dirangkum ke dalam album bertajuk “Perspektif Bodoh II” yang dilaunching pada akhir Agustus 2014 di Taman Baca Kesiman, Denpasar.

Kadang kita justru bisa menemukan inti masalah dengan memandang secara sederhana saja. Jadi ‘Perspektif Bodoh’ itu memandang dengan kesederhanaan, sesuai dengan musiknya, sederhana.” – Angga Nosstress


After repeatedly changing personnels, music and name since 2007, Nosstress, a folk trio’s born in 2008. Man Angga (Guitar / Vocals), Kupit (Guitar / Vocals) and Cok Bagus (Cajon / Harmonica / Pianika). From performing cover versions acoustically, Angga, Kupit and Cok began creating original works til in mid-October 2011 Nosstress officially released their first album: “Perspektif Bodoh”. The album was launched at Serambi Art Antida (now Antida Sound Garden), Denpasar.

Playing with strains of blues and folk in pop, Nosstress simplify criticism, optimism, and concern for the environment in the light stories without force-feeding the audience, indeed putting them to the narratives of daily life for all of us, sung with joy.

Three years since the first album, Nosstress has traveled to Europe for nearly a month for “From Bali to Europe” tour in June-July 2014. Nosstress presents their second album this year, “Perspectives Bodoh II “, launched in late August 2014 at Taman Baca Kesiman, Denpasar.

“Sometimes we can actually find the problem through simple look. ‘Perspektif Bodoh’ looks with simplicity, in accordance with his music, simple.” – Angga Nosstress